Ads 468x60px

Senin, 10 September 2012

Ideologi Pancasila

Ideologi Pancasila --Tahukah Anda ideologi Pancasila? Pancasila merupakan ideologi dasar bagi negara Indonesia. Pancasila terdiri atas dua kata yang berasal dari bahasa Sansekerta, yaitu panca yang berarti 'lima' dan sila yang berarti 'prinsip' atau 'asas'. Ideologi Pancasila merupakan rumusan dan pedoman dasar kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia.
Ideologi Pancasila

Ideologi Pancasila terdiri atas lima tonggak utama, yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, dan Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.
Lima sendi utama ideologi Pancasila tersebut tercantum dalam paragraf ke-4 pembukaan Undang-Undang Dasar 1945.

Ideologi Pancasila - Butir-Butir Pengamalan Pancasila

Ideologi Pancasila - Sila Pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa

  • Bangsa Indonesia menyatakan kepercayaannya dan ketakwaannya terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
  • Manusia Indonesia percaya dan takwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.
  • Mengembangkan sikap hormat-menghormati dan bekerja sama antara pemeluk agama dengan penganut kepercayaan yang berbeda-beda terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
  • Membina kerukunan hidup di antara sesama umat beragama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
  • Agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa adalah masalah yang menyangkut hubungan pribadi manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa.
  • Mengembangkan sikap saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai agama dan kepercayaannya masing-masing.
  • Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa kepada orang lain.

Ideologi Pancasila - Sila Kedua, Kemanusian yang Adil dan Beradab

  • Mengakui dan memperlakukan manusia sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa.
  • Mengakui persamaan derajat, persamaan hak, dan kewajiban asasi setiap manusia, tanpa membeda-bedakan suku, keturunan, agama, kepercayaan, jenis kelamin, kedudukan sosial, warna kulit, dan sebagainya.
  • Mengembangkan sikap saling mencintai sesama manusia.
  • Mengembangkan sikap saling tenggang rasa dan tepa selira.
  • Mengembangkan sikap tidak semena-mena terhadap orang lain.
  • Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
  • Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan.
  • Berani membela kebenaran dan keadilan.
  • Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh umat manusia.
  • Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama dengan bangsa lain.

Ideologi Pancasila - Sila Ketiga, Persatuan Indonesia

  • Mampu menempatkan persatuan, kesatuan, serta kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara sebagai kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan.
  • Sanggup dan rela berkorban untuk kepentingan negara dan bangsa apabila diperlukan.
  • Mengembangkan rasa cinta kepada tanah air dan bangsa.
  • Mengembangkan rasa kebanggaan berkebangsaan dan bertanah air Indonesia.
  • Memelihara ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.
  • Mengembangkan persatuan Indonesia atas dasar Bhinneka Tunggal Ika.
  • Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa.

Ideologi Pancasila - Sila Keempat, Kerakyatan yang Dipimpin Oleh Hikmat dan Kebijaksanaan dalam Permusyawarahan/Perwakilan

  • Sebagai warga negara dan warga masyarakat, setiap manusia Indonesia mempunyai kedudukan, hak, dan kewajiban yang sama.
  • Tidak boleh memaksakan kehendak kepada orang lain.
  • Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama.
  • Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi oleh semangat kekeluargaan.
  • Menghormati dan menjunjung tinggi setiap keputusan yang dicapai sebagai hasil musyawarah.
  • Dengan iktikad baik dan rasa tanggung jawab menerima dan melaksanakan hasil keputusan musyawarah.
  • Di dalam musyawarah diutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan.
  • Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur.
  • Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggungjawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia, nilai-nilai kebenaran dan keadilan mengutamakan persatuan dan kesatuan demi kepentingan bersama.
  • Memberikan kepercayaan kepada wakil-wakil yang dipercayai untuk melaksanakan pemusyawaratan.

Ideologi Pancasila - Sila Kelima, Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia

  • Mengembangkan perbuatan yang luhur, yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan.
  • Mengembangkan sikap adil terhadap sesama.
  • Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban.
  • Menghormati hak orang lain.
  • Suka memberi pertolongan kepada orang lain agar dapat berdiri sendiri.
  • Tidak menggunakan hak milik untuk usaha-usaha yang bersifat pemerasan terhadap orang lain.
  • Tidak menggunakan hak milik untuk hal-hal yang bersifat pemborosan dan gaya hidup mewah.
  • Tidak menggunakan hak milik untuk bertentangan dengan atau merugikan kepentingan umum.
  • Suka bekerja keras.
  • Suka menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat bagi kemajuan dan kesejahteraan bersama.
  • Suka melakukan kegiatan dalam rangka mewujudkan kemajuan yang merata dan berkeadilan sosial.

Ideologi Pancasila - Melindungi Semua Agama, Suku, Budaya, dan Bahasa

Di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, ideologi Pancasila bukanlah sesuatu yang bisa ditawar-tawar lagi. Ideologi pancasila merupakan alat pemersatu bangsa Indonesia dalam mewujudkan kesejahteraan dan keadilan. Inilah alasan mengapa ideologi Pancasila tidak dapat ditawar-tawar lagi. Pancasila, termasuk juga ideologi Pancasila itu sendiri adalah jatidiri bangsa dan mampu melahirkan bangsa yang besar karena mengutamakan musyawarah untuk mufakat demi kepentingan umum.
Ideologi Pancasila tercipta berkat perjuangan bangsa Indonesia di masa lalu untuk kesejahteraan dan keadilan. Kini, ideologi Pancasila itu dianggap sebagai benteng kekuatan untuk melindungi bangsa Indonesia dari ancaman, gangguan, tantangan, dan hambatan di dalam menyelenggarakan kehidupan berbangsa dan bernegara. Di sisi lain yang juga masih berhubungan dengan ideologi Pancasila, musyawarah untuk mencapai mufakat merupakan bentuk demokrasi Indonesia yang wajib dijaga dan dipertahankan.
Ideologi Pancasila dibuat untuk membangun bangsa Indonesia yang besar dengan kebragaman suku, budaya, agama, dan bahasa. Tidak hanya sebatas itu, ideologi Pancasila pun menjamin semua warga negara Indonesia melakukan kewajiban beragama sesuai dengan kayakinan karena bangsa Indonesia adalah bangsa agamis dan tidak termasuk penganut negara sekuler. Jadi, seluruh pemeluk agama di Indonesia dilindungi oleh negara.
Seperti kita ketahui bersama, akhir-akhir ini nilai ideologi Pancasila di Indonesia hampir dilupakan dan diabaikan. Oleh sebab itu, ideologi Pancasila wajib diajarkan kembali di seluruh lapisan pendidikan, mulai sekolah dasar sampai perguruan tinggi. Setelah masa reformasi berjalan, ideologi Pancasila sudah tidak diajarkan lagi di berbagai tingkatan pendidikan. Pada intinya, seluruh bangsa Indonesia jangan sampai mengabaikan ideologi Pancasila.  

Pemahaman Tentang Ideologi Pancasila

  • Ideologi Pancasila memiliki arti sebagai dasar negara yang mengakui dan mengutamakan keberadaan agama di dalam pemerintahan. Oleh karena itu, seluruh warga negara Indonesia jangan meragukan lagi konsistensi ideologi Pancasila terhadap agama dan tidak perlu lagi mengganti ideologi Pancasila dengan ideologi yang berbasis agama dengan alasan ideologi Pancasila bukanlah ideologi yang berlandaskan agama. Sebaliknya, ideologi Pancasila merupakan ideologi beragama. 
  • Seharusnya, di antara umat beragama itu saling tolong-menolong. Janganlah membuat permusuhan dan diskriminasi kepada umat yang berbeda keyakinan, agama, dan berbeda adat istiadat. Inilah yang terkandung dalam ideologi Pancasila. 
  • Ideologi Pancasila juga mengandung makna bahwa setiap pemeluk agama baik yang mayoritas maupun minoritas jangan saling merendahkan. Jangan pula menerapkan aturan yang secara tidak langsung atau langsung memaksakan peraturan agama yang diyakini kepada pemeluk agama lainnya dengan alasan moralitas. 
  • Ideologi Pancasila juga mengakui lima agama yang ada di Indonesia, yaitu Islam, Kristen, Katolik, Budha dan Hindu. (sumber: anneahira.com)

0 komentar:

Poskan Komentar

Mengenai Saya

Foto Saya

I am a simple student who likes blogging, hopefully this blog's presence brings benefits to all of you.
From the desk of the laptop, I greet you all .. Happy blogging!