Ads 468x60px

Senin, 30 November 2015

Apa Itu Virus [Struktur dan Anatomi]

 Kata virus berasal dari bahasa Latin virion yang berarti 'racun', yang pertama kali digunakan di bahasa Inggris tahun 1392.Definisi "agen yang menyebabkan infeksi penyakit" pertama kali digunakan tahun 1728, sebelum ditemukannya virus sendiri oleh Dmitri Ivanovsky tahun 1892.
Apa Itu Virus [Struktur dan Anatomi]

Struktur dan anatomi virus


Model skematik virus berkapsid heliks (virus mosaik tembakau): 1. asam nukleat (RNA), 2. kapsomer, 3. kapsid.
Virus adalah organisme subselular yang karena ukurannya sangat kecil, hanya dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop elektron. Ukurannya lebih kecil daripada bakteri sehingga virus tidak dapat disaring dengan penyaring bakteri. Virus terkecil berdiameter hanya 20 nm (lebih kecil daripada ribosom), sedangkan virus terbesar sekalipun sukar dilihat dengan mikroskop cahaya.

Genom virus dapat berupa DNA ataupun RNA.Genom virus dapat terdiri dari DNA untai ganda, DNA untai tunggal, RNA untai ganda, atau RNA untai tunggal. Selain itu, asam nukleat genom virus dapat berbentuk linear tunggal atau sirkuler. Jumlah gen virus bervariasi dari empat untuk yang terkecil sampai dengan beberapa ratus untuk yang terbesar. Bahan genetik kebanyakan virus hewan dan manusia berupa DNA, dan pada virus tumbuhan kebanyakan adalah RNA yang beruntai tunggal.

Bahan genetik virus diselubungi oleh suatu lapisan pelindung. Protein yang menjadi lapisan pelindung tersebut disebut kapsid. Bergantung pada tipe virusnya, kapsid bisa berbentuk bulat (sferik), heliks, polihedral, atau bentuk yang lebih kompleks dan terdiri atas protein yang disandikan oleh genom virus. Kapsid terbentuk dari banyak subunit protein yang disebut kapsomer.


Bakteriofag terdiri dari kepala polihedral berisi asam nukleat dan ekor untuk menginfeksi inang.
Untuk virus berbentuk heliks, protein kapsid (biasanya disebut protein nukleokapsid) terikat langsung dengan genom virus. Misalnya, pada virus campak, setiap protein nukleokapsid terhubung dengan enam basa RNA membentuk heliks sepanjang sekitar 1,3 mikrometer. Komposisi kompleks protein dan asam nukleat ini disebut nukleokapsid. Pada virus campak, nukleokapsid ini diselubungi oleh lapisan lipid yang didapatkan dari sel inang, dan glikoprotein yang disandikan oleh virus melekat pada selubung lipid tersebut. Bagian-bagian ini berfungsi dalam pengikatan pada dan pemasukan ke sel inang pada awal infeksi.

Kapsid virus sferik menyelubungi genom virus secara keseluruhan dan tidak terlalu berikatan dengan asam nukleat seperti virus heliks. Struktur ini bisa bervariasi dari ukuran 20 nanometer hingga 400 nanometer dan terdiri atas protein virus yang tersusun dalam bentuk simetri ikosahedral. Jumlah protein yang dibutuhkan untuk membentuk kapsid virus sferik ditentukan dengan koefisien T, yaitu sekitar 60t protein.Sebagai contoh, virus hepatitis B memiliki angka T=4, butuh 240 protein untuk membentuk kapsid.Seperti virus bentuk heliks, kapsid sebagian jenis virus sferik dapat diselubungi lapisan lipid, namun biasanya protein kapsid sendiri langsung terlibat dalam penginfeksian sel.

Beberapa jenis virus memiliki unsur tambahan yang membantunya menginfeksi inang.Virus pada hewan memiliki selubung virus, yaitu membran menyelubungi kapsid.Selubung ini mengandung fosfolipid dan protein dari sel inang, tetapi juga mengandung protein dan glikoprotein yang berasal dari virus. Selain protein selubung dan protein kapsid, virus juga membawa beberapa molekul enzim di dalam kapsidnya. Ada pula beberapa jenis bakteriofag yang memiliki ekor protein yang melekat pada "kepala" kapsid. Serabut-serabut ekor tersebut digunakan oleh fag untuk menempel pada suatu bakteri. Partikel lengkap virus disebut virion. Virion berfungsi sebagai alat transportasi gen, sedangkan komponen selubung dan kapsid bertanggung jawab dalam mekanisme penginfeksian sel inang.

Semoga membantu, buat kamu yang mau ujian atau ulangan semoga lulus ya..

Minggu, 05 Januari 2014

Pengertian Teropong Sebagai Alat Optik

Pengertian Teropong Sebagai Alat Optik
Pengertian Teropong Sebagai Alat OptikTeropong merupakan alat optik yang digunakan sebagai alat untuk melihat benda yang letaknya jauh.Teropong dibedakan menjadi dua, yaitu teropong bias (tersusun atas beberapa lensa) dan teropong pantul (tersusun atas beberapa cermin dan lensa). Teropong bias antara lain teropong bintang,teropong bumi, dan teropong panggung(teropong galileo).


Cara kerja teropong bintang mirip dengan cara kerja mikroskop. Teropong ini terdiri atas dua buah lensa cembung yaitu lensa objektif dan okuler.Lensa objektif digunakan untuk menangkap cahaya dari benda-benda yang jauh. Karena jaraknya jauh,benda dapat dianggap diletakkan diluar 2f.Dengan demikian bayangan yang dibentuknya nyata,terbalik,dan diperkecil. Bayangan dari lensa objektif ini menjadi benda bagi lensa okuler.Oleh lensa okuler, bayangan ini dibiaskan lagi sehingga membentuk bayangan maya,tegak,diperbesar, dan dapat dilihat dengan mata.


Dengan demikian benda-benda langit yang tampaknya jauh akan tampak dekat dan jelas jika dilihat menggunakan teropong bintang . Bayangan yang dihasilkan teropong bintang adalah terbalik.

Pengertian Mata

TugaskuliahdansekolahPengertian MataMata adalah alat indra kita yang berfungsi untuk melihat. Bola mata memiliki diameter kurang lebih 2,5 cm. Kita memiliki 2 buah mata agar kita dapat melihat benda dengan tiga dimensi dan juga kita dapat menentukan letak suatu benda tanpa mengukurnya

Pengertian Mata














Bagian-bagian Mata dan Fungsinya:


  • Kornea adalah bagian depan mata  yang berfungsi untuk melindungi mata, Kornea juga membantu terjadinya pembiasan pada lensa mata 
  • Retina merupakan layar pada mata untuk menangkap bayangan yang dibentuk oleh lensa mata Retina adalah bagian mata yang peka terhadap cahaya
  • Lensa mata berfungsi untuk membentuk bayangan pada retina. Bayangan yang terbentuk harus tepat pada retina sehingga dapat terlihat dengan jelas. Untuk mengatur agar bayangan  selalu  jatuh pada retina, lensa dapat menebal dan menipis disesuaikan dengan jarak benda terhadap mata. Bayangan yang terbentuk pada retina bersifat nyata, terbalik,diperkecil.
  • Iris merupakan bagian mata yang mengatur besar- kecilnya pupil ,Iris juga memberi warna pada mata seperti hitam dan coklat untuk orang asia, biru dan hijau untuk orang eropa
  • Bintik kuning merupakan bagian yang paling peka terhadap cahaya. Bila bayangan suatu benda jatuh pada bintik kuning  benda akan terlihat sangat jelas.
  • Syaraf mata berfungsi membawa sinyal-sinyal gambar yang dihasilkan oleh mata ke otak.
  • Pupil adalah lubang kecil di tengah iris yang berfungsi mengatur banyaknya cahaya yang masuk kedalam bola mata.Bila cahaya terlalu terang, pupil akan mengecil, dan sebaliknya bila cahaya kurang (gelap) pupil akan membesar. Besar-kecilnya pupil dibentuk oleh irisOtot akomodasi berfungsi menarik dan mendorong lensa mata sehingga lensa mata dapat menebal dan menipis.
  • Bintik buta merupakan bagian yang tidak peka terhadap cahaya. Bila bayangan suatu benda  jatuh tepat di bintik buta, maka benda tidak terlihat oleh mata.

Minggu, 29 September 2013

MAKALAH KETERAMPILAN PENGELOLAAN KELAS

[tugaskuliahdansekolah.blogspot.com] MAKALAH KETERAMPILAN PENGELOLAAN KELAS
[tugaskuliahdansekolah.blogspot.com]  Makalah keterampilan pengelolaan kelas koleksi saya berikut ini adalah format *.rtf hasil kenversi dari pdf. Sudah lengkap dari kata pengantar sampai penutup dan daftar pustakanya.

Saya sarankan untuk mendownload dan di baca lagi lalu diedit ditambah dan dikurangi agar menjadi origina karya kamu sendiri. Makalah ini terdiri 21 Halaman. Semoga berguna. Jangan Lupa likenya ya..

DOWNLOAD MAKALAH

Minggu, 30 Juni 2013

10 judul Skripsi Pendidikan Kimia

Cie.. cie... skrips dang. :D
Semoga kamu dimudahkan urusannya oleh Allah SWT dan dosen pembimbing kamu juga berbaik hati untuk segera meng ACC judul skripsi yang kamu ajukan.

Berikut adalah 10 judul Skripsi Pendidikan Kimia


  1. PENGEMBANGAN BAHAN AJAR PADA POKOK BAHASAN LARUTAN YANG BERSUMBER DARI TEXTBOOK CHEMISTRY KARANGAN MYERS et al.
  2. ANALISIS KEMAMPUAN KOGNITIF SISWA SMA KELAS X DALAM PRAKTIKUM TERINTEGRASI AUDIO VISUAL PADA MATERI POKOK LARUTANN ELEKTROLIT DAN NONELEKTROLIT
  3. ANALISIS PERBANDINGAN CAPAIAN HASIL TES KIMIA SISWA KELAS VIII, IX, X DAN XI BERDASARKAN PENGUJIAN DENGAN SOAL-SOAL KIMIA TIMSS TAHUN 1999 DAN 2003
  4. ANALISIS JENJANG KOGNITIF BERDASARKAN TAKSONOMI BLOOM TERHADAP SOAL-SOAL STOIKIOMETRI PADA SELEKSI OLIMPIADE KIMIA TINGKAT KABUPATEN/KOTA
  5. ANALISIS STRUKTUR PEMECAHAN MASALAH DAN KANDUNGAN MASALAH DASAR DALAM SOAL-SOAL STOIKIOMETRI INTI PADA TES SELEKSI OLIMPIADE KIMIA TINGKAT KABUPATEN
  6. Penggunaan Animasi Komputer dalam Mengatasi Miskonsepsi Siswa SMA Kelas XII pada Pokok Bahasan Sel Volta
  7. ANALISIS PERTANYAAN GURU DALAM PEMBELAJARAN KOOPERATIF DENGAN METODE PRAKTIKUM PADA MATERI APLIKASI KONSEP pH PADA PENCEMARAN
  8. KINERJA BENTONIT SEBAGAI KATALIS DALAM REAKSI KONVERSI TRIGLISERIDA DARI MINYAK KELAPA SAWIT DAN MINYAK BIJI MAHONI MENJADI METIL ESTER ASAM LEMAK
  9. ANALISIS KETERAMPILAN BERKOMUNIKASI SISWA SMA KELAS XI IPA PADA SUB MATERI POKOK PERANAN KOLOID DALAM KEHIDUPAN MELALUI MODEL PEMBELAJARAN SAINS TEKNOLOGI MASYARAKAT (STM)
  10. PEMRODUKSIAN VIDEO DEMONSTRASI PADA MATERI POKOK LARUTAN ELEKTROLIT DAN NONELEKTROLIT

Senin, 10 Desember 2012

Fungsi Sel Tumbuhan dan Hewan

TKS - Fungsi Sel Tumbuhan dan Hewan

Membran SEL

Membran sel (bahasa Inggris: cell membrane, plasma membrane, plasmalemma) adalah fitur universal yang dimiliki oleh semua jenis sel berupa lapisan antarmuka yang disebut membran plasma, yang memisahkan sel dengan lingkungan di luar sel, terutama untuk melindungi inti sel dan sistem kelangsungan hidup yang bekerja di dalam sitoplasma. Membran sel juga merupakan bagian paling luar yang membatasi isi sel dengan sekitarnya
Fungsi Sel Tumbuhan dan Hewan

Fungsi    Membatasibagianantaraseldenganlingkunganluar    membatasipergerakanmolekul yang dapatlarutdalam air melewatimembran.    Sebagaikatalisatordanpompa yang melakukan transport aktif ion-ion tertentukedalammaupunkeluar sel.    Sebagaitempatkeluardanmasuknya ion, molekulsertasenyawadariataukedalamsel    Mempunyaikemampuanuntukmelakukanseleksiterhadap ion, molekuldansenyawa yang melaluimembran plasma (selektifpermeabel)    Substansi yang melaluimembran plasma dapatditransporsecarapasifatauaktif

Sitoplasma

Fungsi    Berfungsisebagaitempatpenyimpananbahanbahankimia yang pentingbagimetabolismesel , sepertienzimenzim, ion ion, gula, lemakdan protein    Didalamsitoplasmaitulahberlangsungkegiatanpembongkarandanpenyusunanzatzatmelaluireaksikimia .Misalnya proses pembentukanenergi, sintesisasamlemak, asam amino, protein danNukelotida.    Sitoplasma "mengalir" di dalamseluntukmenjaminberlangsungnyapertukaranzat agar metabolismeberlangsungdenganbaik. Gerakanorganelorganeltertentusebagaiakibataliransitoplasmatersebutdapatdiamatidenganmikroskop.
Sitoplasma adalah bagian sel yang terbungkus membran sel. Pada sel eukariota, sitoplasma adalah bagian non-nukleus dari protoplasma. Pada sitoplasma terdapat sitoskeleton, berbagai organel dan vesikuli, serta sitosol yang berupa cairan tempat organel melayang-layang di dalamnya. Sitosol mengisi ruang sel yang tidak ditempati organel dan vesikula dan menjadi tempat banyak reaksi biokimiawi serta perantara transfer bahan dari luar sel ke organel atau inti sel.Walaupun semua sel memiliki sitoplasma, setiap jaringan maupun spesies memiliki ciri-ciri yang jauh berbeda antara satu dengan yang lain.Di dalam sitoplasma terdapat oraganel-organel sel berikut ini:    Mitokondria, berfungsidalam proses oksidasidanmualisasi.    Plastida, di dalamnyaterkandungklorofil, berfungsidalamfotosintesis.    Vakuola, berfungsimenyimpanzatmakanan.    Ribosom, sebagaitempatberlagsungnyasintesis protein.    Retikulumendoplasma, dibedakanmenjadidua :    RetikulumEndoplasmaKasar, sebagaitempatmelekatnyaribosom.    RetikulumEndoplasmaHalus.    Badan Golgi, berfungsisecaraaktifdalamsekresidansintesispolisakarida.    Lisosom, berperandalam proses matinyasel-sel.

Inti Sel (nucleus)

Fungsi    Mengendalikan metabolism sel    Menyimpaninformasi genetic (gen)    Mengaturekspresi gen    Tempatterjadinyareplikasidantranskripsi
Inti sel atau nukleus adalah organel yang ditemukan pada sel eukariotik. Organel ini mengandung sebagian besar materi genetik sel dengan bentuk molekul DNA linier panjang yang membentuk kromosom bersama dengan beragam jenis protein. Gen di dalam kromosom-kromosom inilah yang membentuk genom inti sel.Fungsi utama nukleus adalah untuk menjaga integritas gen-gen tersebut dan mengontrol aktivitas sel dengan mengelola ekspresi gen. Selain itu, nukleus juga berfungsi untuk mengorganisasikan gen saat terjadi pembelahan sel, memproduksi mRNA untuk mengkodekan protein, sebagai tempat sintesis ribosom, tempat terjadinya replikasi dan transkripsi dari DNA, serta mengatur kapan dan di mana ekspresi gen harus dimulai, dijalankan, dan diakhiri.

Nukleus

Fungsi  : Nukleus yaitu mengendalikan seluruh kegiatan sel. Beberapa bagian penting dari nukleus antara lain selaput inti (karioteka), nukleoplasma, dan nukleolus.Penjelasan materi :Nukleus merupakan organel terbesar yang mengandung informasi genetik berupa DNA. Nukleus ini berbentuk bulat hingga oval.

Retikulum Endoplasma

Fungsi : Retikulum Endoplasma yaitu menyusun dan menyalurkan zat-zat ke dalam sel (alat transportasi zat-zat dalam sel). Retikulum Endoplasma dibedakan menjadi Retikulum Endoplasma kasar (granuler) dan Retikulum Endoplasma halus (agranuler). Fungsi Retikulum Endoplasma kasar yaitu mengumpulkan protein dari dan ke membran sel, sedangkan fungsi Retikulum Endoplasma halus yaitu untuk sintesis lipid, glikogen, kolesterol, dan gliserida.

Penjelasan materi :Retikulum endoplasma merupakan organel yang memiliki membran berbentuk jala. Terdapat tiga bentuk retikulum endoplasma, yakni lamela, vesikula, dan tabula. Retikulum endoplasma terdiri atas dua tipe, yakni retikulum endoplasma agranular (Retikulum Endoplasma halus) dan retikulum endoplasma granular (Retikulum Endoplasma kasar). Retikulum endoplasma agranular (halus) adalah retikulum endoplasma yang dindingnya tidak dilekati oleh rebosom yang tidak aktif dalam sintesis protein, tetapi aktif dalam sintesis lemak.

Retikulum endoplasma granular (kasar) adalah retikulum endoplasma yang dindingnya dilekati oleh ribosom yang terlibat dalam sintesis protein.

Ribosom

Fungsi :Ribosom sebagai tempat untuk sintesis protein.Penjelasan materi :Ribosom berbentuk butiran-butiran bulat yang melekat sepanjang retikulum endoplasma dan ada pula yang soliter bebas di siitoplasma.
Mitokondria Fungsi :Mengatur sintesis protein, baik dalam sitoplasma maupun dalam rebosom. Mitokondria berfungsi dalam oksidasi zat makanan, respirasi sel, dehidrogenasi, fosforilisasi oksidatif, dan rantai transfer elektron.Penjelasan materi :Mitokondriamerupakan organel sel yang bermembran yang bersifat aerob. Ukuran metokondria berkisar 0,3μm – 40μm.Membran bagian dalam membentuk tonjolan-tonjolan untuk memperluas permukaan yang dinamakan krista mitokondria. 

Badan golgi

Fungsi  : 1.    Membentuk vesikula ekskretorius, yakni kantung untuk membungkus zat yang akan dikeluarkan dari sel2.    Membentuk membran plasma3.    Membentuk dinding sel (pektin, hemiselulosa, dan selulosa dibentuk dalam badan golgi)4.    Membentu akrosom pada sperma, kuning telur pada sel telur, dan lisosom.Penjelasan materi : Badan golgi adalah salah satu organel terbesar yang ditemukan oleh seorang ahli dari Itali, Camillo Golgi. Badan golgo terdapat pada semua sel organisme hidup kecuali pada sel prokariotik. Badan golgi memiliki panjang 1μm – 3μm dan lenar 0,5μm. Pada tumbuhan, badan golgi disebut diktiosom.

Lisosom

Fungsi :1)    Mencerna zat makanan hasil fagositosis dan pinositosis2)    Mencernakan makanan cadangan jika kekurangan makanan3)    Autolisis, yakni dalam keadaan fisiologis tertentu, lisosom dapat mengahancurkan organel sel yang rusak. Peristiwa ini disebut juga autofagi4)    Menghancurkan benda yang ada di luar sel, misalnya sperma mengeluarkan enzim untuk menghancurkan dinding sel telur ketika fertilisasi5)    Menetralkan zat yang bersifat karsinogen, yakni zat yang menyebabkan kanker.Penjelasan materi: Lisosom adalah organel yang banyak terdapat dalam sel hewan. Lisosom memiliki Lisosom memiliki bentuk bulat lonjong dengan ukuran berkisar 0,2μm – 0,8μm. Lisosom memilki membran dan mengandung berbagai macam enzim, misalnya ribonuklease, deoksiribonuklease, fosfatase, glioksidase, sulfatase, dan kalogenase. 

Peroksisom (badan mikro)

Fungsi : Peroksisom yaitu penghasail enzim katalase yang menguraikan H2O2 menjadI H2O + OPenjelasan materi :Peroksisom dibentuk dalam retikulum endoplasma granular. Peroksisom mengandung berbagai enzim yang terlibat dalam produksi peroksida hidrogen (H2O2).

Sentriol

Fungsi :Sentriol = organel yang berperan dalam pembelahan sel. Sentriol berfungsi menarik kromosom ke arah kutub yang berlawanan.Penjelasan materi :Sentriol merupakan perkembangan dari sentrosom, yaitu pusat sel, daerah dari sitoplasma yang dekat dengan nukleus. Sentriol berupa kumpulan mikrotubulus strukturnya berbentuk bintang yang berperan sebagai kutub-kutub pembelahan sel secara mitosis atau meiosis. Struktur ini hanya dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop elektron.

Dinding Sel

Fungsi: Dindingsel tersusun atas selusosa dan derivat-derivatnya. Dinding sel berfungsi sebagai proteksi sel terhadap faktor-faktor mekanis dan memberi bentuk sel relatif tetap. Dinding sel hanya terdapat pada sel tumbuhan saja. Pada dinding sel terdapat celah untuk berkomunikasi antarsel yang disebut plasmodemata.Penjelasan materi :Dinding sel pada tumbuhan tersusun atas polisakarida. Polisakarida sendiri tersusun atas hemiselulosa dan pektin. Bersama-sama dengan vakuola, dinding sel berperan dalam turgiditas sel (kekakuan sel). Dinding sel mengakibatkan bentuk sel tetap, apabila tidak terdapat dinding sel maka sel-sel tumbuhan mengempis dan bentuk sel berubah-ubah.

Vakuola

Fungsi: Fungsi vakuola adalah sebagai tempat cadangan makanan, menyimpan pigmen, dan meyimpan sisa metabolime.Penjelasan materi :Vakuola pada sel tumbuhan besar. Vakuola sel tumbuhan bersifat menetap. Sel-sel tumbuhan yang memiliki vakuola besar biasanya adalah sel-sel parenkima dan kolenkima. Vakuola tersebut dibatasi oleh membran yang disebut tonoplas. Bagi tumbuhan, vakuola memiliki peranan yang sangat penting dalam kehidupan karena mekanisme pertahanan hidup tumbuhan bergantung pada kemampuan vakuola menjaga konsentrasi zat-zat terlarut di dalamnya. Misalnya, proses pelayuan terjadi karena vakuola kehilangan tekanan pada dinding sel.

Plastida

Fungsi:Organela yg mengandung pigmen, meliputi:-    Kloroplas: plastida yg mengandung pigmen klorofil/hijau.-    Kromoplas: plastida yg mengandung pigmen merah, jingga, kuning.-    Leukoplas: plastida yg tdk mengandung pigmen.Penjelasan materi : Plastida merupakan organel menyerupai kantung yang dibatasi oleh dua lapis membran. Plastida terdapat beberapa macam, yaitu kloroplas,kromoplas, dan leukoplas. Ketiganya dibedakan berdasarkan pigmen yang dikandungnya. Kloroplas memiliki pigmen-pigmen fotosintesis, di antaranya klorofil (zat hijau daun) dan karotenoid (zat warna kuning atau oranye). Pigmenpigmen tersebut berperan penting dalam proses fotosintesis, yaitu sebagai penangkap gelombang cahaya.

Glioksisom

Fungsi:Glioksisom1) Sebagai tempat metabolisme asam lemak;2) Sebagai tempat terjadinya siklus glioksilat.Penjelasan materi :Glioksisom hanya terdapat pada sel tumbuhan, misalnya pada lapisan aleuron biji padi-padian. Aleuron merupakan bentuk dari protein atau kristal yang terdapat dalam vakuola. Glioksisom sering ditemukan di jaringan penyimpan lemak dari biji yang berkecambah. Glioksisom mengandung enzim pengubah lemak menjadi gula. Proses perubahan tersebut menghasilkan energi yang diperlukan bagi perkecambahan.

Kamis, 06 Desember 2012

Contoh Judul Skripsi Kimia 2

TKS - Contoh Judul Skripsi Kimia 2.

36     Adsorpsi Merkuri(II) Oleh Biomassa Enceng Gondok (Eichornia crassipes) Yang Diimmobilisasi Pada Matriks Polisilikat Menggunakan Metode Kolom
37     Isolasi dan Identifikasi Kitin, Kitosan dari Cangkang Hewan Mimi (Horseshoe Crab) Menggunakan Spektrofotometri Infra Merah.
38     Uji Efektifitas Antimikroba Senyawa Saponin dari Batang Tanaman Belimbing Wuluh (Averrhoa Bilimbi L.)
39     Uji Efektifitas Ekstrak Kasar Senyawa Antibakteri pada Buah Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L.) dengan Variasi Pelarut
40     Pengaruh Ekstrak Kasar Senyawa Alkaloid dari Daun Dewa (Gynura speudo-china) Terhadap Aktivitas Enzim Lipase
41     The Study of Balance on Adsorption Mercury (II) at Biomassa leaf of water hyacinth (Eichhornia Crassipes) which Diimmobilization at Polisilikat Matrix.
42     Aktivitas Antioksidan Katekin dari Teh Hijau (Camellia sinensis O.K. var. Assamica (Mast)) Hasil Ekstraksi dengan Variasi Pelarut dan Suhu.
43     Uji Efektivitas Antibakteri Ekstrak Kasar Daun Teh (Camelilia sinensis L, v. assamica) Tua Hasil Ekstraksi Menggunakan Pelarut Akuades dan Etanol
44     Efektifitas Biji Kelor (Moringa Oleifera, LAMK) Sebagai Koagulan Fosfat Dalam Limbah Cair Rumah Sakit (Studi Kasus di RSU Dr. Saiful Anwar Malang)
45     Efektifitas Koagulasi Ion Paraquat (1,1- Dimetil,4,4-Bipiridilium) Menggunakan Biji Kelor (Moringa Oleifera Lamk).
46     THE BIOFLACULANE OF Moringa Oleifera Lamk SEEDS IN DECREASING THE CROMIUM(VI) LEVEL
47     Penentuan Surfaktan Anionik Menggunakan Ekstraksi Sinergis Campuran Ion Asosiasi Malasit Hijau dan Metilen Biru Secara Spektrofotometri Tampak
48     Isolasi Asam Lemak pada Minyak Ikan Lemuru (Sardinella Longiceps) dengan Variasi Pelarut dan Identifikasi Menggunakan Kromatografi Gas-Spektroskopi Massa (KG-SM)
49     Studi Kinetika Adsorpsi Merkuri (II) pada Biomassa Daun Enceng Gondok (Eichhornia crassipes)
50     Studi Kinetika Adsorpsi Merkuri (II) Pada Biomassa Daun Enceng Gondok (Eichhornia crassipes) yang Diimmobilisasi Pada Matriks Polisilikat
51     Efektivitas Penggunaan Asam Sitrat Dalam Pembuatan Gelatin Tulang Ikan Bandeng (Chanos-chanos Forskal)
52     Studi Keseimbangan Adsorpsi Merkuri(II) pada Biomassa Daun Enceng Gondok (Eichhornia crassipes).
53     Pengaruh Lama Fermentasi Terhadap Kadar Alkohol Tape Ketan Hitam (Oryza sativa L var forma glutinosa ) dan Tape Singkong (Manihot utilissima Pohl).
54     Pengaruh Variasi Nira Tebu (Saccharum officinarum) dari Beberapa Varietas Tebu dengan Penambahan Sumber Nitrogen (N) dari Tepung Kedelai Hitam (Glycine soja) sebagai Substrat terhadap Efisiensi Fermentasi Etanol P
55     Isolasi dan Identifikasi Senyawa Triterpenoid Ekstrak N-Heksana Tanaman Anting-anting (Acalypha indica Linn.) Menggunakan Spektrofotometer UV-Vis Dan FTIR
56     Identifikasi Pola Khas Spektra Infra Merah Protein Daging Sapi Dan Babi Rebus Menggunakan Metode Second Derivative (2D)
57     Isolasi dan Identifikasi Senyawa Flavonoid dari Tanaman Anting-Anting (Acalypha indica Linn.)
58     Karakterisasi lempung Desa Kasen Dan Desa Urek – Urek kec. Gondanglegi kab. Malang
59     Kajian Adsorpsi Malasit Hijau pada Fly Ash Batubara.
60     KAJIAN HIDROLISIS ENZIMATIS SELULOSA DARI ALGA MERAH (Euchema spinosum dan Eucheuma cottoni) MENGGUNAKAN ENZIM SELULASE DARI Aspergillus niger
61     Identifikasi Pola Khas Spektra Infra Merah Bakso Daging Sapi dan Babi Menggunakan Metode Second Derivative (2D)
62     Konstruksi Alat Dan Studi Adsorpsi Fase Gas Logam Merkuri (Hg) Oleh Biomassa Batang Eceng Gondok (Eichhornia crassipes)
63     Pengaruh Jenis Pati dan Waktu Inkubasi Terhadap Kadar Amilosa Hasil Hidrolisis Enzimatis Menggunakan Enzim Pullulanase
64     Identifikasi Senyawa Ekstrak Etil Asetat Tanaman Anting- Anting (Acalypha indica Linn.) dan Uji Aktivitas Antimalaria in vivo pada Hewan Uji.
65     Uji Fitokimia Dan Uji Aktivitas Antibakteri Senyawa Aktif Tanaman Anting-anting (Acalypha Indica L.)
66     Uji Aktivitas dan Identifikasi Awal Ekstrak Aktif Daun Kemangi Hutan (Ocimum sp) sebagai Penolak Nyamuk (Culex sp
67     PEMBUATAN DAN KARAKTERISASI KARBON AKTIF DARI BAN BEKAS DENGAN NaCl SEBAGAI BAHAN PENGAKTIF PADA TEMPERATUR AKTIVASI FISIKA 600 oC DAN 650 oC
68     Pengaruh Proses Degumming, Netralisasi, Bleaching Menggunakan Karbon Aktif Biji Kelor (Moringa oleifera, Lamk) Teraktivasi NaCl Terhadap Komposisi Asam-Asam Lemak Minyak Ikan Hasil Samping Pengalengan Ikan
69     Pembuatan dan Karakterisasi Karbon Aktif dari Tongkol Jagung (Zea mays. L) dengan NaCl sebagai Bahan Pengaktif
70     Metode Penentuan Kadar Logam Timbal (Pb) dalam Sosis Kaleng Menggunakan Destruksi Basah dengan Variasi Zat Pengoksidasi Secara Spektroskopi Serapan Atom (SSA)

Mengenai Saya

Foto Saya

I am a simple student who likes blogging, hopefully this blog's presence brings benefits to all of you.
From the desk of the laptop, I greet you all .. Happy blogging!